gue

gue
aa

Minggu, 02 September 2012

Penemu Televisi

Penemu Televisi - John Logie Baird

John Logie Baird Tercatat sebagi orang yang pertama kali menemukan televisi. lahir tanggal 13 Agustus 1888 di Skotlandia, Baird menerima pendidikan di Technical College Royal dan Universitas Glasgow. Diganggu oleh kesehatan yang buruk, dia tidak dapat ikut dalam Perang Dunia I dan akhirnya ia memilih posisinya sebagai seorang insinyur listrik. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang "amatir profesional," dan mengejar kepentingan-kepentingan yang berbeda dan menguntungkan.

setelah kelelahan menyebabkan gangguan saraf, Baird memilih untuk berkonsentrasi pada elektronik, terutama setelah gelombang demonstrasi radio temuan Guglielmo Marconi dapat digunakan untuk membawa sinyal audio. Baird yakin bahwa proses yang sama dapat mengirimkan sinyal visual, dan ia mulai bekerja dan melakukannya pada sebuah desain. desain Baird adalah sebuah perangkat yang disebut Nipkow disk, disk scanning diciptakan pada tahun 1884 oleh ilmuwan Paul Nipkow Jerman. Pada dasarnya, perangkat ini terdiri dari disk karton dengan serangkaian lubang persegi, terletak dalam posisi spiral. Ketika digabungkan dengan photoelectriccell dan berputar, Nipkow disk mampu memindai area terang dan gelap dan mengkonversi informasi yang menjadi sinyal listrik. Dengan menggunakan seconddisk, disinkronkan dengan yang pertama, Nipkow mampu menterjemahkan bahwa signal ke gambar visual primitif.

Baird mengambil ide Nipkow satu langkah lebih jauh, mengembangkan sistem dengan mana sinyal dapat dikirim melalui gelombang elektromagnetik, bukan kabel. Sementara masih dalam tahap perkembangan, penemuan Baird menemukan sedikit dukungan keuangan, karena sebagian besar investor menganggap ide baird sebagai hal yang kurang menguntungkan.

Hingga ia berusia 35 tahun, Baird hidup dalam kondisi serba kekurangan. Selama waktu ini Baird bekerja sebagai perjual sepatu dan seorang salesman silet, mendapatkan uang hanya cukup untuk membayar makanan, tempat tinggal, dan perlengkapan mekanik. Banyak dari prototipe untuk penemuan di buat barang barang keperluan rumah tangga seperti kue kaleng, jarum rajut, lampu sepeda, dan string. Pada tahun 1923, ia mulai berusaha mengotak-atik mesin untuk mentransmisi gambar, sekaligus suara, lewat radio. Tak lama kemudian ia berhasil mengirim citra kasar melewati transmiter tanpa-kabel ke pesawat penerima yang berjarak beberapa meter. Gembira, dia berlari ke lantai bawah toko dan membujuk seorang anak muda untuk menjadi orang pertama yang gambarnya di transmisikan oleh televisi. Baird menjadi terkenal hampir dalam semalam, dan segera investor memberinya cukup uang untuk mengejar tujuan yang lebih ambisius. Pada 1927 ia mengirim sinyal televisi dari London ke Glasgow dan pada 1928 dari London ke New York.


Segera, setelah itu penemuan Baird akan digantikan oleh desain tabung sinar katoda dari Vladimir Zworykin. Namun, Baird terus berusaha untuk desain televisi yang lebih baik. Dia membantu mengembangkan televisi berwarna alam serta besar layar proyeksi, yang ia bayangkan, pada akhirnya akan memungkinkan televisi di lihat publik di layar film. meninggal di Bexhill-on-Sea, East Sussex, Inggris, 14 Juni 1946 pada umur 57 tahun.

SAMI, MAHASISWA PENEMU PRODUK MULTIFUNGSI

SAMI, MAHASISWA PENEMU PRODUK MULTIFUNGSI – Atasi Kegalauan Anak Muda dengan Kursi Serbaguna

Minggu, 08 April 2012–Galau memang kata yang kerap kali terdengar dari mulut anak muda zaman sekarang.Kata itu juga yang menjadi alasan Sami, mahasiswa angkatan 2009 Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan kreasinya melalui CREO Company.
Meski nama merek tersebut masih asing,ide yang diusungnya terbilang cemerlang.Berdalih mengatasi kegalauan anak muda yang kerap terjadi,Sami bersama 19 rekannya membuat berbagai benda praktis yang bisa menunjang aktivitas manusia. CREO adalah produk yang ditawarkan dan sangat unik. Mulai dari beanbag chair yang bisa disulap menjadi kasur tidur hingga jaket yang dapat dilipat menjadi tas multifungsi.
Selain itu,ada juga meja lipat berwarna yang bisa diubah menjadi tempat duduk dengan daya tahan hingga 80 kg.Terakhir,laptop case dari kertas tyvek yang tak bisa robek.Produk-produk CREO tersebut dibanderol Rp150.000-550.000. Semua produk tersedia dalam berbagai warna. Misalnya,beanbag chair dalam warna biru,maroon, hijau,abu-abu,dan peach. Jika dilihat tampilan luarnya,beanbag karya CREO tak berbeda dengan beanbag di pasaran yang berisi styrofoam kecil.
Tapi,karya Sami ini berbeda karena bisa disulap menjadi kasur. “Sebelum kami menentukan produk, kami melakukan survei dulu. Hasilnya,banyak anak muda yang terkena sindrom galau, karena itu ide beanbag ini muncul,”ungkap Sami. Dia menjelaskan,keunikan produk yang dijualnya antara lain meja lipat terbuat dari bahan dasar kertas,namun mampu menahan beban seberat 80 kg.Meja ini bisa pula dijadikan sebagai kursi.
Menurut dia,keunikan dan multifungsi menjadi daya jual utama produk-produk CREO. Barang-barang unik ini bisa langsung dipesan dengan masa produksi dua minggu. Awalnya, CREO tercetus dari sebuah tugas kampus yang mengajarkan mahasiswanya untuk berbisnis nyata.Dia bersama 19 temannya memulai usaha dengan modal yang dipinjam dari bank.Sami menjelaskan, CREO diambil dari bahasa Spanyol yang berarti percaya.
Dengan kata ini,CREO ingin membuat para pelanggannya percaya dengan berbagai produk yang ditawarkan. “Maka itu,slogan CREO adalah we create,we believe, jadi kita membuat dan juga percaya,dengan kepercayaan itu pelanggan juga percaya kepada CREO,”ucapnya. Setelah empat bulan berjalan,produk CREO sudah mencapai 70% dari target penjualan.
Strategi penjualannya dilakukan secara online maupun offline melalui media sosial seperti Twitter dan website juga hadir dalam berbagai art and fashion bazaar di sekitar Bandung dan Jakarta. Selain berkarya dalam CREO,Sami juga menjabat manajer di sebuah organisasi mahasiswa internasional bernama AIESEC Bandung. “Karena saya aktif di kampus dan organisasi,saya sangat terbantu menjalankan bisnis ini,terutama bidang networking, ”ucapnya.
Namun, Sami sebagai mahasiswa, manajer,dan marketing ini mengaku kadang terkendala mengelola waktu,namun hal itu bisa diatasi.“Gueberharap anak-anak muda sekarang nggak usah ragu kalau punya ide-ide,nothing is impossible,” ujar Sami. ANNA IHFIANA Kota Bandung

Penemu Kamera Pertama Dunia

Penemu Kamera Pertama Dunia


Ibnu al-Haitham Seorang Muslim Penemu Kamera Pertama Dunia, penemuan al-Haitham ini jauh sebelum dunia barat mengenal kamera, Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. (the independent). 
Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M) Maha karya al-Haitham yang paling menumental merupakan penemuan yang sangat inspiratif ini dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.
Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai ”ruang gelap”.
Prinsip Kerja Kamera
Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.
Obscura
Setelah penemuan Fenomenal al-Haitham ini, dunia barat mulai terinspirasi dan diperkenalkan pada abad 16 M, berturut-turut ilmuwan barat terinspirasi oleh penemuan al-Haitham yaitu Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera). Giovanni Batista della Porta (1535-1615 M). Joseph Kepler (1571 – 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).
Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827. Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean dan mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya yang dikonversi gerbong. Kemudian pada tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Steven Fafler Penemu Kursi Roda

Steven Fafler Penemu Kursi Roda

“Teman sangat berarti bagiku”. Inilah yang terucap dari seorang Steven Fafler. Bagi Steven teman begitu berarti. Karena teman inilah ia terpacu untuk membuat kursi roda. Steven sebagai salah satu pemimpin asal Prancis ini berhasil membuat kursi roda untuk pertamakalinya. Ia berhasil mengoperasikan kursi roda dengan dilakukan sendiri oleh sang pengguna dengan tanpa bantuan orang kedua dalam pergerakkannya.
Demi temannya yang mengalami ketidak sempurnaan fisik. Pemuda berkebangsaan Jerman yang hanya baru berusia 22 tahun ini, terus merevolusi pemikirannya dan akhirnya berhasil menciptakan kursi roda manual yang dapat digerakan dengan tanpa bantuan orang lain. Peristiwa loyalitas persahabatan yang menghasilkan benda paling berguna, bagi manusia yang mengalami kekurangan ini terjadi pada tahun 1665.
Steven Fafler menggunakan besi sebagai bahan dasar rangkanya dan kain maupun kulit sebagai alas tempat duduknya. Kursi roda untuk ciptaan Steven Fafler masih mempunyai beberapa kendala diantaranya berat dan sanggahan kaki yang belum mempunyai kenyamanan dalam pemakaiannya. Setelah penemuan Steven perkembangan kursi rodapun berlanjut kesebuah penemuan penyempurnaan yang bertujuan komersial.
Inovasi kursi roda yang mana hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang ada masa sekarang ini dibuat oleh John Dawson pada tahun 1783. Seorang pria berkebangsaan inggris ini semacam menyempurnakan temuan dari Steven Fafler. Kursi roda ini dalam bentuknya telah mempunyai sandaran untuk tangan dan pijakan kaki yang dapat sesuaikan oleh penggunanya.
Kursi roda ini juga mempunyai tempat duduk yang lebih nyaman dari kursi roda kreasi Fafler. Kursi roda dari Mr. Dawson ini mempunyai berat yang cukup ringan dan mempunyai mobilitas pergerakan yang tinggi, namun terdapat beberapa kekurangan. Masih kurang lengkapnya fasilitas yang ada dikursi roda buatan Dawson, memacu dua orang lainnya yang menambahkan inovasi diperkembangan kursi roda.
Kedua orang yang membuat kursi roda kreasinya menjadi semacam buku panduan untuk kursi roda selanjutnya adalah Everest dan Jennings. Kreatifitas dua orang sahabat ini muncul pada tahun 1933 dikota London. Pola pikir yang ada pertama kali yang diinginkan Herbet Everest dan Harry Jennings adalah bagaimana caranya kursi roda dapat dimasukan kedalam mobil. Dari sanalah pemikiran itu terus berkembang dan menghasilkan kursi yang mempunyai nilai jual. Bila mana sebuah komersialitas telah bergema, maka untuk perkembangan selanjutnya dari kursi roda adalah modifikasi yang berorientasi marketing demand.
Kedua pria yang berasal dari Amerika Serikat ini berhasil mendirikan perusahaan yang memproduksi kursi roda manual dan kursi roda elektrik. Perusahaan ini hingga saat ini masih berdiri dan menjadi perusahaan yang mempunyai standarisasi kursi roda terbaik dikelasnya.
Pada tahun 1963 seseorang yang berkecimpung dalam dunia teknologi memperkenalkan kursi roda elektrik. Dimana seseorang berkebangsaan eropa ini akhirnya mendirikan perusahaan yang memproduksi kursi roda elektrik. Penemu ini kursi roda elektrik ini bernama Per Udeen, seorang doktor yang mempunyai kemampuan mekanikal berdasarkan elektronikal ini berhasil membantu meringan beban pemakai kursi roda.
Dalam perkembangan kedepan kursi roda tidak banyak berubah pada bentuknya namun berevolusi dari segi komposisi beratnya maupun fitur kenyamanannya. Perkembangan selanjutnya kursi roda menjadi semakin ringan dan semakin mobile. Kebutuhan akan penyempurnaan kursi roda sangat diperlukan karena pengguna kursi rodapun membutuhkan kenyamanan yang berkelanjutan. Dikarenakan kursi roda merupakan hal yang berkaitan dengan dunia kesehatan, maka pengembangan akan kursi roda ini melibatkan banyak pakar kesehatan dalam penyempurnaannya. (SG/dari berbagai sumber)**

Albert P.Southwick Dokter Gigi Penemu Kursi Listrik


Albert P.Southwick Dokter Gigi Penemu Kursi Listrik

Selain menciptakan senapan mesin pertama, ternyata seorang dokter gigi yang lain menjadi penemu ide kursi listrik!! Namanya Dr. Albert P.Southwick, seorang dokter gigi yang juga insinyur dari New York.

http://www.hardydds.net/AlbertSouthwick.jpg

Inspirasi memang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Jika jaman dahulu kala Archimedes digosipkan menemukan bagaimana cara menghitung volume benda saat sedang asyik mandi, maka pada tahun 1881 pak dokter yang satu ini mendapat inspirasi saat menjadi saksi mata seorang pemabuk tua mati kesetrum listrik dari generator yang menyala. Ia begitu takjub melihat bagaimana orang tua tersebut mati dengan begitu cepat dan (terlihat) tanpa penderitaan sama sekali.

http://i643.photobucket.com/albums/uu159/psykopat_2009/Singsing_electricchair.jpg

Dr Southwick berkesimpulan bahwa listrik dapat menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan untuk menghukuman mati para pesakitan. Bekerja sama dengan gurbernur New York saat itu, pak dokter memperjuangkan peng-legal-an hukuman mati dengan cara disetrum. Hukum pertama yang memperbolehkan penggunaan listrik sebagai hukuman mati berlaku efektif mulai pada tanggal 1 Januari 1889.

http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/10/eksekusi-2.jpg

Pada tanggal 6 Agustus 1890, jam 6 pagi waktu setempat, William Kemmler menjadi orang yang “beruntung” untuk dicatat oleh sejarah sebagai orang pertama yang dipanggang di kursi listrik. Ia didakwa membunuh kekasihnya dengan kapak. Namun sayangnya Kemmler tidak seberuntung pemabuk tua yang menjadi sumber inspirasi ide kursi listrik. Kemmler tidak langsung mati “dengan tenang”. Ia shock dulu selama 17 detik, namun masih tetap hidup.

http://scrapetv.com/News/News%20Pages/retractions/images/convict-in-electric-chair.jpg

Ternyata teknisi yang bertugas salah memprediksi voltase listrik yang diperlukan untuk membunuh seorang manusia. Voltase listrik akan ditingkatkan dua kali lipat dari 1000 volt menjadi 2000 volt. Sialnya, generator yang digunakan sebagai sumber listrik perlu di charge ulang!! Kemmler dibiarkan menunggu dalam keadaan gosong dan mengaduh kesakitan. Usaha penyetruman kedua berlangsung selama 1 menit dengan hasil akhir berupa Kemmler yang akhirnya mati, bau daging terbakar yang memenuhi ruangan dan asap yang mengepul dari kepala Kemmler.

http://meanwhile.files.wordpress.com/2006/05/Electric-Chair.jpg

Beberapa kutipan tentang hukuman mati ini:
1. Westinghouse: “They would have done better using an axe”

2. Seorang reporter yang menyaksikan secara langsung: “An awful spectacle, far worse than hanging”

3. New York Herald: “Strong men fainted and fell like logs on the floor”

4. George Fell, asisten eksekutor: “The man never suffered a bit of pain”

dan terakhir….. quote dari pencetus ide kursi listrik, Alfred P. Southwick… “There is the culmination of ten years work and study!! We live in a higher civilization from this day.”
Entah apa yang dipelajari para dokter gigi di universitas sehingga mereka bisa menemukan ide untuk membuat senapan mesin dan kursi listrik. Yang pasti, mulai sekarang bebek gak bisa berpikir yang enggak-enggak begitu mendengar atau membaca kata “dokter gigi”.

http://cannonsgreatescapes.com/images/ElectricChairLg.jpg

Tidak sampai di sana, bebek mendapatkan iklan “mengerikan” yang seakan menjustifikasi anggapan ngawur bebek kalau dokter gigi mempunyai bakat alami menjadi seorang yang sadistis.

Sabtu, 01 September 2012

Penemu pesawat terbang

Wright Bersaudara 1871 - 1912
Pesawat Terbang

Wright bersaudara (Wright brothers), Orville (19 Agustus 1871 - 30 January 1948) dan Wilbur (16 April 1867 - 30 May 1912) adalah dua orang Amerika yang dicatat sebagai penemu pesawat terbang karena mereka berhasil membangun pesawat terbang yang pertama kali berhasil diterbangkan dan dikendalikan oleh manusia pada tanggal 17 Desember 1903. Dua tahun setelah penemuan mereka, kedua bersaudara tersebut mengembangkan 'mesin terbang' mereka ke bentuk pesawat terbang yang memakai sayap yang seperti sekarang kita kenal. Walaupun mereka bukan orang yang pertama membuat pesawat percobaan atau experiment, Wright bersaudara adalah orang yang pertama menemukan kendali pesawat sehingga pesawat terbang dengan sayap yang terpasang kaku bisa dikendalikan.
Terobosan yang paling besar adalah penemuan 'kontrol tiga sumbu' yang digunakan oleh semua pesawat terbang yang sekarang.
Mereka memperoleh keahlian mekanik tersebut dari bekerja di toko mereka yang penuh dengan mesin cetak, sepeda, motor dan mesin lainnya. Dari sepeda mereka mendapat gagasan bahwa pesawat terbang yang tidak stabil dapat dikendalikan dengan latihan.
Wright bersaudara adalah dua dari tujuh orang bersaudara. Di sekolah dasar, Orville pernah dikeluarkan dari sekolah. Tahun 1878, ayah mereka membelikan 'helikopter' mainan untuk dua anak mereka yang termuda tersebut. Mainan itu dibuat dari bambu dan karet untuk memutar baling-baling nya. Wilbur dan Orville memainkannya hingga rusak, kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka mengaku bahwa pengalaman brmain dengan helikopter bambu menjadi sumber bagi ketertarikan mereka terhadap mesin yang bisa terbang.

Sejarah Penemuan Jam Tangan


Pernahkah terbayang olehmu bagaimana orang-orang zaman dahulu mengetahui waktu? Penunjuk waktu/jam mengalami perkembangan dari masa ke masa, dari awal ditemukan hingga kini. Tahukah kamu? Kata jam telah digunakan pada abad ke-14 sekitar 700 tahun yang lalu, yang berasal dari bahasa latin yaitu 'clocca'.



Menurut catatan sejarah, sundial atau jam matahari merupakan jam tertua dalam peradaban manusia. Jam ini dibuat oleh  seorang ahli Astronomi muslim bernama Ibnu al-Shatir sekitar 3.500 tahun sebelum Masehi. Jam ini menunjukan waktu berdasarkan letak matahari, dengan cara memanfaatkan bayangan yang menimpa permukaan datar. Ibnu al-Shatir membagi waktu dalam sehari dengan 12 jam, pada musim dingin waktu pendek, sedangkan pada musim panas waktu lebih panjang.

Sekitar 5.000-6.000 tahun yang lalu, orang Mesir mengukur waktu dan membuat kalender dengan menggunakan obelisk. Pada tahun 1400 SM orang Mesir juga menggunakan jam air yang diberi nama Clepsydra. Jam air paling canggih pertama kali ditemukan di zaman kejayaan Islam yang dibuat oleh Al-Jaziri  pada tahun 1136-1206 yang berbentuk gajah dan bisa menghasilkan suara ditiap jam. Jam astronomi terbesar yang dibuat Al-Jazari disebut Castle Clock, yang dianggap menjadi analog komputer terprogram pertama.

Di dunia Islam, Al-Jazari memang bukan satu-satunya ilmuwan yang menciptakan jam. Banyak ilmuan lain yang juga tercatat telah menemukan beberapa jenis jam. Namun, penemuan jam air yang paling terkenal adalah yang dilakukan oleh Al-Jazari. Sedangkan jam pasir muncul sekitar 1400 Sebelum Masehi, berdasarkan peninggalan yang ditemukan di kuburan Amenhoterp I, berupa bejana kecil berisi air yang memiliki lubang di bagian bawahnya yang berfungsi meneteskan air.

Untuk jam dengan alat penggerak mekanik, tidak pernah diketahui asal mula ditemukannya. Namun, peralatan itu diduga pertama kali ditemukan dan digunakan di biara-biara sebagai alat panggil para biarawan atau biarawati untuk berdoa agar dapat dibunyikan tepat pada waktunya.

Masyarakat Eropa baru mengenal jam yang dikendalikan pemberat pada tahun 1300. Lonceng yang berdentang setiap jam, pertama kali ditampilkan oleh lonceng kota Milan tahun 1335 dan lonceng di Katedral Salisbury, London pada tahun 1386. Sedangkan jam yang dikendalikan pegas baru dikuasai peradaban Barat tahun 1430. Masyarakat Inggris mulai membuat arloji pada tahun 1580. Dan sekitar tahun 1525 Peter Henlein, tukang kunci dari Nurnberg, Jerman memperkenalkan jam rumahan dengan diameter10-12,5 cm dan ketebalan7,5 cm.

Akhir abad ke-16, lonceng mulai dibuat tegak dan di awal abad ke-17 mesinnya mulai diberi pembungkus dari kuningan, diperkaya dengan penutup kaca dan jarum penunjuk menit. Tidak hanya itu, mulai tahun 1656 diperkenalkan pula lonceng dengan pemberat dan pendulum bertali pendek yang dibungkus dalam kotak kayu dan bisa digantung didinding.

Pada tahun 1929 mulai diterapkan kristal quartz pada alat pengukur waktu/jam. Jam digital/elektrik pertama kali dibuat oleh perusahaan The Hamilton Watch Co of Lancaster, Pennsylvania sekitar tahun 1950. Setelah itu, mulailah bermunculan beberapa merk dan model jam tangan hingga saat ini.